Fakta Menarik Februari, Kenapa Hanya Berumur 28-29 Hari Saja?

Bulan Februari dalam kalender Masehi mempunyai keunikan dari segi jumlah hari yang dimilikinya. Bulan ini dapat mempunyai 28 atau 29 hari, tergantung apakah itu adalah tahun kabisat atau tidak. Jumlah hari pada bulan Februari membuatnya menjadi bulan dengan usia terpendek dalam satu tahun

Pertanyaan mengapa bulan Februari mempunyai jumlah hari yang berbeda ini kerap kali muncul dalam benak banyak orang. Kenapa Februari tidak mempunyai jumlah hari seperti bulan-bulan lain, adalah 30 dan 31 hari? Dan mengapa tanggal 29 Februari cuma ada pada tahun kabisat?

Berikut ulasan perihal fakta menarik bulan terpendek dalam setahun, yang rangkum dari bermacam-macam sumber, Selasa (28/5/2024).

Kenapa Februari Hanya Terdiri dari 28-29 Hari?

Bulan Februari cuma berusia 28 atau 29 hari adalah spaceman slot komponen dari kepercayaan kuno yang memengaruhi pembentukan kalender Gregorian seperti yang kita kenal kini. Pada mulanya, dalam kalender Romawi kuno, ada cuma sepuluh bulan yang mencontoh tahun lunar dengan total 304 hari. Melainkan, Raja Romawi bernama Numa Pompilius kemudian menambahkan dua bulan tambahan, adalah Januari dan Februari, untuk menyinkronkan kalender dengan momen-momen musim dan religius.

Salah satu alasan Februari mempunyai jumlah hari yang lebih sedikit adalah sebab kepercayaan masyarakat Romawi kuno terhadap angka genap. Mereka menganggap angka genap membawa tidak beruntung, sehingga Raja Numa mengurangi satu hari dari bulan-bulan yang sebelumnya mempunyai 30 hari, termasuk Februari, untuk menjadikannya 29 hari. Hal ini juga paralel dengan kemauannya untuk menjaga jumlah total hari dalam setahun tetap ganjil.

Kecuali kepercayaan terhadap angka genap, Februari juga dipilih sebagai bulan yang lebih pendek sebab hubungannya dengan ritual Romawi yang menghormati orang mati yang diselenggarakan pada bulan Februari. Bulan ini kemudian seringkali dianggap kurang mujur atau mempunyai konotasi negatif dalam budaya Romawi kuno.

Meskipun kini kita mengaplikasikan kalender Gregorian yang sudah mengalami banyak penyesuaian seperti penambahan bulan kabisat tiap-tiap empat tahun dan penyesuaian lainnya, Februari tetap mempertahankan jumlah harinya yang unik. Ini menjadi sebuah warisan sejarah yang menarik dan menunjukkan kompleksitas dalam perkembangan metode kalender yang kita gunakan hingga ketika ini.