10 Jenis-Jenis Sablon yang Ada di Indonesia

10 Jenis-Jenis Sablon yang Ada di Indonesia

Sablon adalah teknik yang digunakan untuk mencetak desain atau gambar pada permukaan kaos. Ada banyak jenis sablon yang bisa digunakan untuk mencetak desain pada kaos. Beberapa contoh sablon yang paling banyak dipakai adalah sablon plastisol dan sablon DTG. Selain kedua sablon tersebut, masih banyak lagi jenis sablon lain yang bisa kamu pilih.

1. Asphalt

Dikutip dari https://sablonmurahsolo.com/ jenis sablon ini memungkin hasil sablon bertekstur kasar seperti aspal. Pada dasarnya, tinta yang digunakan sama dengan sablon plastisol. Namun, pembuatan sablon aspal membutuhkan keahlian khusus.

2. Caviar

Jenis sablon ini memungkinkan hasil akhir sablon yang berupa butiran tidak beraturan pada permukaan kaos. Butiran tersebut dapat memberikan kesan kaos yang mewah jika dipakai.

3. Chromicolor

Jenis sablon chromicolor juga menjadi salah satu jenis sablon unik. Ia terbuat dari tinta yang diproduksi oleh perusahaan matsui. Tinta yang digunakan memiliki tingkat kecerahan yang berbeda dengan tinta sablon biasa.

4. Cukil Kayu

Teknik sablon ini menggunakan kayu yang diukir sebagai cetakan desain sablon. Kayu yang sudah diukir diberi tinta, kemudian ditempelkan pada permukaan kaos yang akan disablon.

5. Discharge

Jenis sablon discharge memiliki sifat menggantikan warna dasar pakaian. Tinta discharge akan mengubah warna kain pakaian dengan warna tinta sablon discharge. Pada dasarnya, tinta sablon discharge ini bisa mengubah warna pakaian menjadi warna yang kita inginkan.

Hal ini karena tinta sablon discharge berasal dari campuran tinta superwhite dengan bubuk binder khusus. Binder tersebut berfungsi untuk menonaktifkan warna pakaian.

6. Distressed Vintage

Jenis sablon ini menghasilkan finish berupa gambar yang pecah dengan pewarnaan tidak rata. Hal tersebut merupakan gaya sablon vintage dan memang sengaja dibuat menjadi seperti itu.

7. DTG

Jenis sablon ini biasanya digunakan pada kaos yang memiliki warna terang. Tinta yang digunakan pada sablon ini dikenal memiliki sifat yang mudah menyerap. Hasil akhir jenis sablon ini sangat rata dan solid.

Tekstur kain juga masih terlihat walaupun sudah tertutup tinta. Jenis sablon ini cocok digunakan untuk mencetak desain yang lebar.

8. Flocking

Flocking biasanya dikenal dengan nama sablon bludru atau emboss. Jenis sablon ini menghasilkan finish sablon yang teksturnya seperti kulit sintetis. Biasanya hasil akhir sablon ini memiliki ketebalan hingga 20 milimeter. Namun, saat ini jenis sablon flocking masih terbatas digunakan pada satu warna sederhana saja.

9. Foam/Puff

Jenis sablon foam biasanya dikenal dengan nama puff print. Ia termasuk salah satu jenis sablon manual. Untuk menghasilkan efek timbul yang bagus, kamu memerlukan mesin pemanas. Terdapat 2 jenis cairan yang digunakan dalam jenis sablon ini, yaitu bahan cair dan bahan minyak. Jenis sablon puff print sangat cocok dikombinasikan dengan sablon rubber dan plastisol.

10. Foil

Foil merupakan salah satu jenis sablon manual yang unik dengan kualitas terbaik. Hasil akhir sablon foil membuat bagian sablon mengkilat dan memantulkan cahaya. Hal ini karena dalam proses pembuatannya, sablon foil menggunakan campuran bahan logam. Sayangnya, jenis sablon foil perlu mendapatkan perawatan khusus agar tidak cepat rusak.